Maksiat atau Ibadah ?

KIR HAMASAH

Pilih mana, Maksiat atau Ibadah ?

Islam adalah agama paripurna. Semua bentuk aktvitas perbuatan manusia mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali adalah ibadah hendaknya dapat dipahamiadanya ibadah yang wajib dan ibadah yang sunnah sehingga ibadah itu merupakan ukuran dan wujud kecintaan manusia kepada Allah Swt.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS.At-Taubah: 24)

Ibadahada 2 macam, yaitu: ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah (murni) adalah segala macam bentuk ibadah yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. bentuk dari kadar waktunya, seperti menjalankan shalat lima waktu, melaksanakan puasa ramadhan, membayar zakat dan melaksanakan haji. Sebaliknya ibadah ghairu mahdhah (tidak murni) adalah segala aktivitas lahir dan batin menusia untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.

Segala macam bentuk ibadah harus mempunyai dasar dan landasan yang jelas yaitu dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.

“Dari Aisyah R.A berkata, Rasulullah Saw, bersabda: Barang siapa mengada-ada dalam urusan kami ini, maka ditolak.” (HR.Bukhari Muslim)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

“Hai manusia, beribadalah kepada Tuhan kalian Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kalian bertakwa.” (QS.Al-Baqarah:21)

Ayat di atas adalah perintah bagi seluruh manusia untuk menyembah Allah Swt. Karena Dialah yang telah menciptakan manusia. Baik manusia yang terdahulu maupun manusia yang sekarang. Ayat di atas bersifat umum untuk seluruh ciptaan Allah Swt. Sifat perintahnya sendiri umum, yaitu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hal ini sebagaimana perintah Allah Swt dalam QS.Adz-Zariyat: 56 Allah Swt, berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Zariyat:56)

Ayat ini menegaskan tentang tujuan diciptakannya jin dan manusia di muka bumi ini, yaitu untuk beribadah kepada-Nya.

Allah Swt, berfirman dalam QS.Al-Bayyinah: 5

وما أمروا إلّا ليعبدوا الله مخلصين له الدّين حنفاءَ ويقيموا الصّلوة ويُوءتوا الزّكاة وذالك دين القيّمه

“..Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus dan agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itu adalah agama yang lurus.” (QS.Al-Bayyinah: 5)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagai orang yang beriman hendaknya kita lebih memilih melakukan ibadah daripada maksiat. Karena dengan ibadah, seseorang akan tetap berada di jalan Allah Swt, dan terhindar dari melakukan perbuatan maksiat, apapun bentuknya.